b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
.: Selamat Datang Di Blog kami :.
Showing posts with label Paradigma. Show all posts
Showing posts with label Paradigma. Show all posts

Wednesday, January 28, 2015

LANJUTAN DOSA ISTRI : KELUAR DARI RUMAH TANPA IZIN SUAMI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

       Terdapat juga tipe istri yang tidak memperhatikan ada atau tidaknya izin suami. Ia keluar dari rumah dengan mengabaikan suami. Dengan leluasa ia pergi ke rumah tetangga atau kerabat, menghadiri pesta-pesta, berbelanja ke pasar atau berkunjung ke tempat teman. Tanpa izin suami. Bahkan, bisa jadi ia berkilah kepada suami dalam melakukannya. Bila hendak pergi ke tempat yang tidak diperbolehkan suami, ia meminta izin untuk berkunjung ke rumah keluarga, dari sana ia pergi ke tempat yang diinginkan. Perbuatan ini termasuk tindakan nusyuk (membangkang), sebab suami mempunyai hak untuk melarang istri keluar.

       Ibnu Qudamah berkata :' Seorang suami mempunyai hak melarang istrinya keluar dari rumah untuk satu keperluan yang menjadi keharusan baginya, baik untuk berkunjung ke rumah orang tuanya, menjenguk atau menghadiri jenazah mereka berdua. Imam Ahmad berkata tentang seorang perempuan yang memiliki suami dan ibu yang sedang sakit, "Mentaati suami lebih wajib atas dirinya dari pada (menjunguk) ibunya, kecuali bila suami memberinya izin (untuk menengok ibunya).

       Pada kesempatan lain, Ibnu Qudamah berkata, " Seorang istri tidak boleh keluar rumah, tetapi, tidak seyogyanya suami melarang istri untuk berkunjung atau menjenguk kedua orang tuanya, sebab larangan itu berarti memutuskan hubungan istri dengan kedua orang tuanya dan mengondisikan istri untuk membangkang kepada mereka. Terlebih Allah SWT telah memerintahkan interaksi secara makruf, sedangkan tidak menjenguk dan mengunjungi orang tua tidak di sebut sebagai interaksi secara makruf.

      Ibnu Qudamah melanjutkan," Bila istri menunjukkan sikap membangkang, dengan cara membantah perintahnya, menolak memenuhi ajakan suami di tempat tidur, atau keluar dari rumah tanpa izin suami, maka suami berhak berpisah ranjang dengannya. Berdasarkan Firman Allah dalam surah An-Nisa' ayat 34 yang artinya "Maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka."

       Ibnu Abbas mengatakan,"Yakni, jangan kamu mengajaknya tidur di ranjangmu."Ibnu Jauzi berkata," seyogyanya seorang istri berhati-hati untuk tidak keluar, meskipun situasi memungkinkan dirinya untuk keluar. Seba, bila ia sendiri selamat dari fitnah, tidak ada jaminan bahwa orang-orang akan selamat dari fitnah akibat kehadirannya. Bila terpaksa harus keluar rumah, hendaknya ia keluar dengan izin dari suami dan dengan penampilan sederhana, lebih memilih jalan sepi dari jalan raya dan pasar, menjaga diri untuk tidak memperdengarkan suaranya, dan berjalan di pinggir jalan, tidak di tengahnya.

       Kesimpulan, keluarnya seorang istri dari rumah tanpa izin suami merupakan dosa besar. Ia mesti berhati-hati untuk tidak melakukannya, dan bertaubat kepada Allah SWT bila terjadi padanya. Kemudian, keluarnya seorang perempuan menjadi sebab setan menguasai dirinya, serta menghalanginya menikmati ketenangan dan kenyamanan berdiam di dalam rumah. Rasulullah SAW bersabda," Seorang perempuan adalah aurat. Bila ia keluar setan, mengawasi setiap gerak geriknya."

       Allah SWT berfirman : ' Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu."(Al-Ahjab ayat 33)

       Sekirahnya wanita muslimah mengetahui manfaat di balik berdiamnya ia di dalam rumah, berupa kebahagiaan, ketenangan, kenyamanan dan kenikmatan, tentu ia lebih memilih tetap berdiam di dalam rumah dari pada pergi keluar. Sekiranya ia mengetahui sejauhmana dampak negatif mereka yang sering keluar rumah, berupa terbengkalainya pekerjaan rumah, terpecahnya konsentrasi hati dan rasa sesak di dada, tentu ia tidak menyia-nyiakan kebahagiaannya di dalam rumah bersama anak-anak dan suaminya. ( Tentang penderitaan yang ditanggung perempuan akibat keluar dari rumah dan terhalang mendapatkan kenikmatan berdiam diri di dalam rumah bersama anak-anak telah diungkapkan oleh sejumlah selebriti di dunia seni, seut saja Marlyn Monroe, seorang aktris yang terbilang paling seksi pada masanya dan meninggal karena bunuh diri. Seorang peneliti yang mengkaji kasus bunuh dirinya menemukan sebuah surat yang tersimpan di kotak deposit Manhattan Bank di New York. Di Sampul surat terdapat pesan untuk todak membukanya sebelum dirinya meninggal. Setelah peneliti membuka surat tersebut ia mendapatinya tertulis dengan tangan Marlyn Monroe sendiri. Surat itu ditunjukkan untuk seorang gadis yang meminta nasihat Marlyn tentang jalan menuju dunia perfilman.

       Di dalam suratnya, Marlyn berkata kepada si gadis dan kepada setiap perempuan yang ingin bekerja di dunia perfilman atau keartisan,"Jauhilah olehmu ketenaran. Jauhilah setiap orang yang memperdayamu dengan sorot kamera. Sungguh aku perempuan paling malang di muka bumi ini. aku tidak bisa menjadi seorang ibu. Sebenarnya aku lebih senang tinggal di rumah. Kehidupan keluarga yang terhormat adalah segala-galanya. Kebahagiaan sejati seorang perempuan adalah di dalam kehidupan rumah tangga yang terhormat dan suci. Bahkan kehidupan rumah tangga adalah inti kebahagiaan bagi perempuan, bahkan inti sisi kemanusiaannya.

Monday, January 26, 2015

MENGINTIP DOSA DOSA ISTRI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

1. Berlebihan dalam menuntut kesempurnaan

      Ada tipe istri yang tenggelam dalam khayalan dan berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Ia menduga bahwa pernikahan adalah surga Firdaus, tidak ada kesusahan, beban berat ataupun kesulitan. Ia membayangkan bahwa demikianlah seharusnya pernikahan, tidak ada tantangan, penghalang, ataupun problematika. Ketika ia berbenturan dengan realita berikut berbagai tanggung jawab, pengambilan keputusan, melahirkan anak-anak dan menghadapi problematika, ia tidak bisa menerima itu semua. Ia mengira dirinya telah salah dalam memilih pendamping hidup. Bahkan, isa jadi ia cenderung kepada penceraian guna membebaskan diri dari berbagai ikatan menurut persepsinya.-

       Yang demikian itu kerapkali terjadi. Penyebabnya adalah lemahnya pendidikan, berlebihan dalam memanjakan anak gadis, dan kurangnya informasi mengenai realita kehidupan rumah tangga. Di antara faktor penyebab terbesarnya adalah terinspirasi oleh cerita-cerita fiksi, sinetron telivisi atau film-film, di mana kehidupan rumah tangga digambarkan terbebas dari segala macam masalah.

        Ketika seorang istri memasuki ranah pernikahan, ternyata informasi yang satu mendustakan informasi yang lain. Ia dikejutkan oleh situasi yang sama sekali tidak terlintas di benaknya. Maka, seorang istri yang cerdas meski bersikap adil dalam mengarahkan pandangannya. Jangan sampai ia terlena di alam mimpi, tersesat di belantara imajinasi atau berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Kehidupan pernikahan bukanlah pertunjukan yang ditampilkan hanya dalam satu periode waktu, bukan juga cerita di mana penulisnya bebas berkelana di dunia khayal. Namun, kehidupan pernikahan adalah realitas nyata. Di dalamnya ada penderitaan dan cita-cita, ada kegembiraan dan keussahan. Kondisinya sama persis dengan kehidupan besar secara umum. Tidak ada pilihan lain, kecuali menghadapinya dan memperlakukannya dengan baik.

       Satu hari milik kita dan satu hari milik mereka

       Satu hari kita bahagia, hari yang lain kita berduka

       Yang demikian itu bukan berarti kehidupan pernikahan adalah sangkar penuh kezholiman, atau neraka jahim dengan siksa tak tertanggungkan. Melainkan pernikahan adalah sikap saling menolong, saling berkasih sayang, dan mengakui kekurangan pihak lain. Permasalahan dan kekuranagan yang menghadang di tengah perjalanan pernikahan tidaklah menghapus kegembiraannya. Bahkan, terkadang permasalahan itu menjadi penyedap atau rahasia kebahagian pernikahan. Maka, memilkul tanggung jawab dan menerima beban berat serta bebagai konsekkuensi merupakan faktor terbesar bagi terwujudnya kebahagiaan. Orang yang paling nyaman adalah orang yang paling banyak marasakan payah, dan orang yang paling payah adalah orang yang lebih sering hidup nyaman.
       Aku melihat kenyamanan besar, tetapi tak kulihat ia bisa teraih

       Kecuali dengan menyeberang jembatan rasa lelah

       Bahkan, banyak waktu luang dan sering menganggur merupakan sebab terbesar melemahnya tekad, serta munculnya kegelisahan dan kerisauan.

Wednesday, January 21, 2015

ARTI SEBUAH KETULUSAN SEORANG IBU

                                                            السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

       Di jaman Nabi SAW. Tersebutlah seorang pemuda namanya 'Alqomah. Ia sedemikian sungguh-sungguh taat kepada Allah dengan shalat, puasa, dan juga sedekah. Karena suatu hal, ia pun jatuh sakit. Sakitnya bertambah parah. Istrinya mengutus utusan kepada Rasulullah yang isinya, " assalamu'alaikum? Perkenankan kami membetitahukan bahwa suami kami, Alqomah sudah dalam keadaan naza' (sekarat kematian). Maka saya memberitahukan kepada Anda perihal keadaannya.

       Nabi mengutus tiga sahabatnya seraya berujar, "Tolong kalian berangkat menemuinya, dan tuntunlah syahadat," Ketiganya pun berangkat menemuinya. dan ditenui Alqomah sudah diambang sekarat kematian. Mereka segera mentalqinkan dengan syahadat namun lisannya tak juga mengucapkan.

       Maka mereka utus utusan menghadap nabi untuk mengabarkan bahwa Alqomah tak bisa menugucapkan syhadat. " Adakah orang tuanya yang masih hidup? Tanya Nabi. Ada, yaitu ibunya, hanya usia sudah lanjut," jawab hadirin. Rasulullah lantas mengirim utusan menemui ibu Alqomah seraya berpesan, tolong katakan kepada ibunya, jika ibunda masih bisa berjalan, temuilah Rasulullah, kalaulah tidak, biarlah ibunda di rumah saja, nanti Rasullah yang mendatangi ibunda.

       Utusan itu pun menemui ibu Alqomah dan menyampaikan pesan Rasulullah. Kata ibu Alqomah demi jiwaku yang menjadi tebusannya, saya lebih berhak untuk menjumpai beliau. Ia pun berangkat dengan bersandarkan kepada tongkatnya. Menemui Rasulullah. Setelah ibu Alqomah mengucapkan salam dan Rasul menjawabnya, Rasul bertanya, Wahai ibu Alqomah, bagaimana keadaan anakmu, Alqomah, Wahai rasulullah, ia sebenarnya banyak sholat dan puasa, lagi pula banyak sedekah.

       Lalu bagaimana keadaanmu/ tanya Rasul? saya sekarang baru jengkel terhadapnya!, tegas ibunya lagi.

       Apa sebabnya? Lanjut Rasul lagi.

       Iya, karena ia lebih mengutamakan istrinya dari pada diriku, jelas ibu Alqomah,

       Rasulullah memberi penjelasan, " Kejengkelan ibu Alqomah terhadapnya, menjadikan Alqomah tak bisa mengucapkan syahadat," Lantas Rasulullah berujar, wahai Bilal, kumpulkan kayu bakar.

       Untuk apa? tanyak ibu Alqomah.

       Aku kan membakar anakmu dihadapanmu, tegas Rasulullah.

       Ibu Alqomah menyahut," Wahai Rasul , hatiku tak bisa menerima jika anakku dibakar di depanku?

       Rasulullah berujar, wahai Ummu Alqomah, siksa Allah lebih besar dasyat dan lebih kekal, jika kau berkenan Allah mengampuninya, ma'afkanlah anakmu. Demi Dzat yang menguasai nyawaku, segala kebaikan Alqomah berupa sedekah dan sholat, tak berguna baginya selama engkau murka kepadaanya.

       Kata ibu Alqomah, wahai Rasulullah, saya bersaksi kepada Allah, malaikatnya dan siapapun kaum muslimin yang menghadiriku, sekarang saya telah ridha kepada anakku, Alqomah.

       Wahai bilal, sahut Rasul, pergilah sana, dan lihatlah, apakah Alqomah sudah bisa mengatakan lailahaillallah ataukah belum? Siapa tahu ibu Alqomah mengatakan sesuatu yang diluar hatinya hanya karena malu terhadapku? Bilal pun berangkat dan mendengar Alqomah dari dalam rumah mengucapkan lailahaillallah,

       Bilal masuk dan berujar, Wahai para hadirin yang terhormat, kemarahan ibu Alqomah menjadikan mulut Alqomah tak bisa mengucapkan syahadat, dan keridhoannya menjadikannya bisa bicara.

       Alqomah akhirnya meninggal di hari itu. Rasulullah pun hadir dan memerintahkan agar ia dimandikan dan dimakamkan. Nabi pun menyolatkan dan menghadiri upacara pemakamannya, nabi lantas berdiri disamping lahadnya dan menyampaikan pidato, " Wahai kaum Muhajirin dan Anshor yang terhormat, siapa saja yang lebih mengutamakan istrinya dari pada ibunya, maka ia mendapat laknat Allah, malaikatnya dan manusia keseluruhan. Allh juga tidak menerima ibadah wajib dan sunnahnya, terkecuali Allah mengampuni, dan ia kembali berbuat baik kepada ibunya dan meminta keridhoaannya. Sungguh keridhoannya keridoan Allah ada pada keridhoan ibu. (namun kisah ini didhifkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Dhaif Targhib Wat Tarhib no 1487)

Cara Belajar Efektif dan Mudah Paham

                                           السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


alt1. Belajar tanpa Mood
Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.

iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

2. Belajarlah di manapun anda suka
Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.

3. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian
Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, "kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian"..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.

4. Belajar sambil diskusi
Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.

5. Belajar dengan diiringi musik
Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it smile emoticon

6. Jangan hanya menghafal
metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari "nilai-yang-baik", namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi, mengapa, apa selanjutnya, begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: "Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan"

7. Jangan malu-malu untuk bertanya
Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi "takut dibilang lambat oleh teman2" sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal!

8. Coba dan Gagal (Trial and Error)
Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.

9. Cintailah mata pelajaran yang anda suka
Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You'll be the best, but wait until the time's coming on kiki emoticon

10. Ingatlah tujuan utama kita sekolah
Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima "Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik" saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.

11. Kunci semua metode belajar
Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo'a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do'anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do'a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Allah. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.

SAYA TAK AKAN MASUK MASJID SELAIN KETIKA SUDAH DALAM PETI MATI

                                                                 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

       Seorang lelaki renta saban hari berjalan di depan masjid, mereka yang dikenal baik selalu memberi nasihat, "Mbah, mbok ya ke masjid, sholatlah dua rakaat kepada Allah. Siapa tahu engkau meninggal dalam keadaan baik, sholat,"
       Namun jawabannya selalu, " Saya tak bakalan masuk masjid terkecuali jika diatas papan!, " maksudnya diletakkan dalam peti mati.
       Terus begitu kondisinya hingga hari kematian itu tiba. Itu terjadi ketika rumah laki-laki itu dibangun. Ketika proses pembangunan selesai, ia mengamat-ngamati, siapa tahu ia sudah bisa memindahkan prabot rumah tangganya. Ia berusaha melompati pagar, namun kemudian terjengkang ke tanah. Si Embah keadaannya antara mati dan sadar, sehingga orang-orang membawanya ke rumah sakit. Kejadian semangkin parah sehingga kematian tak terelakkan. Ketika mereka kembali ke rumah, mereka temukan jasadnya menggelembung seperti balon.
       Kata mereka, " Kalian wajib memakamkannya secepatnya mungkin sebelum jasadnya mbledos(pecah). Inilah akhir kehidupan yang penus sial. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian.
       Ya Allah, berilah kami husnul khotimah, Jangan Engkau wafatkan kami selain kami layak masuk surga Mu. Jadikanlah kami mencintai orang shalih dan jadikanlah kami teman RasulMu SAW.

LAMPU MINYAK UNTUK MENERANGI JALAN SI MAYIT

                                                            السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

       Masih banyak tradisi unik dalam ritual penyelenggaraan jenazah. Saat jenazah diusung keluar rumah, serombongan orang berjalan mendahului kerenda dengan membawa 'ubo rampe' (perlengkapan) yang telah disiapkan. Salah satunya adalah lampu minyak. Ada pula yang menggunakan obor, kemenyan atau arang yang dibakar. Konon lampu itu bisa menerangi arwah menuju kuburan. Agar arwah mendapatkan jalan terang di akhirat. Meskipun ada pula pendapat, itu hanyala simbol, yang mengandung filosofis dan pesan bagi yang masih hidup, agar manusia berusaha mencari jalan terang menuju akhirat. 
      Adapun alasannya; tradisi itu telah diyakini memiliki pesan khusus yang bisa menolong arwah yang dimaksud.Sedangkan syariat tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan, itu adalah tradisi orang-orang jahiliyah dahulu. Sehingga,  seorang sahabat mulia, Abu Sa'id al- Khudri yang meriwayatkan 1170 hadits dari Nabi SAW pernah bewasiat kepada putranya  yang bernama Abdurrahman,
       "Wahai anakku, apabila aku meninggal dunia kelak, kuburkanlah aku di Baqi, jangan engkau buat tenda untukku, jangan engkau mengiringi jenazahku dengan membawak api, jangan engkau tangisi aku dengan meratap-ratap,,"
       Jika tujuannya untuk mengingatkan manusia akan bekal yang bisa "menerangi" jalan di akhirat, mengapa harus dengan simbol yang  ' njelimet' seperti itu. Faktanya, caraitu sama sekali tidak efektif, pesan ruhani dalam ritual itu juga tidak sampai kesasaran. Pernakah kita mendengar atau bahkan merasakan sendiri langsung, tersadar dari kelalaian dengan memperhatikan lampu yang mengiringi jenazah tersebut?
       Di samping itu, tradisi ini jelas kebid'ahannya, tak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW, dan mengundang spekulasi munculnya keyakinan-keyakinan yang sesat. Seperti, mengaitkan nasib si mayit dengan lampu yang mati di tengah jalan dan lain-lain.
       Cukuplah dimengerti, bahwa amal shaleh dengan berbagai jenisnya akan meyelamatkan manusia di akhirat dan secara khusus, shalat menjadi 'nur' penerang sebagaimana hadits Nabi SAW " ashsholatu nuurun, sholat adalah cahaya yang menerangi,
       Begitupun dengan hadits Nabi SAW ; Yang artinya " Berilah kabar gemira bagi orang-orang yang berjalan di belakang menuju masjid, dengan cahaya (baginya) pada hari kiamat." (H.R. Dawud, al-abani menyatakan shahih)
       Maka, bagi yang ingin mendapatkan penerangan di kubur, ingin mendapat cahaya pada hari kiamat , hendaknya memperbanyak langkahnya menuju masjid, meskipun dalam kondisi gelap.
       Tak hanya itu, orang yang sholat juga mendapatkan cahaya di dunia, berupa petunjuk yang dengannya dia memiliki sensor dan kepekaan terhadap dosa yang harus dihindari. Karena shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sholat juga menjadi penerang untuk meraih tujuan dan sirnanya kesulitan. Karena Allah berfirman, " Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat. "(Q.S. Al-baqoroh ayat 45) Wallahu a'lam
(Abu Umar Abdillah)
ar-risalah
       

Saturday, March 22, 2014

HARUSKAH MAKMUM IKUT IMAM BERQUNUT

Jika imam
 berqunut 
hendaknya ikut qunut.
 Karena imam sholat 
harus diikuti
oleh : Nashih Nashrullah
Persoalan qunut masuk
                 ranah ijtihad
     Qunut atau tidak sewaktu sholat Subuh memang persoalan klasik. Bahkan, terlampau klise. Perdebatan itu tidak hanya muncul di kalangan ahli  fikih generasi salaf.
     Imbas perbedaan pendapat tersebut juga tumbuh dan berkembang di tanah Air, lalu menjadi semacam  identitas primordial kelompok yang saling menjauhkan satu sama lain hanya disebabkan qunut atau tidak kala sholat subuh.
     Maka, dalam bahasa kali ini, uraian tidak akan fokus pada fikih menyikapi perbedaan, tetapi kembali mencoba mengutarakan tentang fatwa bahwa permasalahan qunut termasuk ranah ijtihad yang tidak perlu dipertentangkan.
      Dan satu lagi, mencoba menjawab pertanyaan, perihal sikap makmum yang semestinya, bila ia berjama'ah di belakang imam yang berqunut. Apakah ia mesti ikut berqunut atau berdiam dan menungguh hingga imam selesai berqunut?
     Dr Ismail Syandi membahas persoalan ini dalam bukunya yang berjudul Ahkam al-Qunut fi al-Fiqh al-Islami; Dirasah Fiqhiyyah Muqaranah. Ia menjelaskan, para Ulama berselisih pendapat menyikapi hukum qunut kala Subuh.
      Kelompok yang pertama mengatakan bahwa hukum qunut ketika subuh adalah sunnah. Pandangan ini merupakan riwayat yang populer di kalangan Mazhab Maliki dan Syafi'i. Selain itu pula, ada Ibn abu Laila dan al-Hasan bin Shalih. Di kalangan sahabat opsi ini diriwayatkan juga dari Abu Musa al-Asy'ari, Ibnu Abbas, dan Abu Bakrah.
      Pendapat ini merujuk pada sejumlah hadis, antara lain, riwayat Anas bin Malik. Hadis itu menyebutkan, Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan qunut saat sholat Subuh hingga meninggal dunia.
      Hadis lain dari Abu Hurairah yang senantiasa berqunut di raka'at terakhir sholat subuh. abu Usman pernah ditanya perihal qunut sewaktu subuh. Ia menjawab bahwa ritual tersebut dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib.
     Sedangkan kelompok yang kedua berpandangan, tidak ada ketentuan berqunut saat shalat Subuh. Ini merupakan opsi yang dirujuk oleh Mazhab Hanafi dan Hambali. Pendapat tersebut juga dinukilkan dari sejumlah generasi salaf, ada Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas'ud, Abu ad-Darda, Imam ats-Tsauri, dan as-Sya'bi.
      Dalil yang dijadikan landasan oleh kelompok tersebut, antara lain, hadis riwayat Anas bin Malik Hadis tersebut menyatakan, Rasulullah SAW pernah qunut selama sebulan penuh dan mendo'akan masyarakat Arab, kemudian meninggalkannya. Ini diperkuat pula dengan riwayat dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas.
      Tersisa pertanyaan yang kedua, harus bagaimana makmum yang sholat di belakang Imam yang berqunut? Padahal, makmum yang bersangkutan beranggapan tidak ada qunut pada sholat subuh. Fenomena ini banyak di temui di masyarakat, saat imam dan jama'ah lain berqunut, sedangkan mereka yang berpendapat lain, tidak ikut berqunut.
      Komite Tatap Kajian dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi menyatakan, jika makmum yang beranggapan tidak ada qunut pada sholat subuh, sedangkan ia sholat subuh di belakang imam yang berqunut, hendaknya ia mengikuti gerakan imam. Ini karena keputusan imam untuk berqunut juga memiliki sandaran dalil. Sekalipun, komite ini berpandangan hukum berqunut saat subuh tidah dianjurkan.
     Komite itu mengutip pendapat dari Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa. Sosok berjuluk Syaikh al-Islam itu menegaskan,  hendaklah makmum mengikuti gerakan apa pun dari imam selama masih dalam ranah ijtihad.
     Jika imam berqunut, ikutilah berqunut. Sebaliknya, bila imam tidak berqunut maka jangan sekali-kali berqunut sendiri. Ini penting. Karena, keberadaan imam itu untuk ditaati." Seorang imam (sholat) dutunjuk supaya diikuti," demikian sabda Rasulullah SAW.
      Pandangan ini juga diungkapkan oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab al-Mughni. Ia menyebutkan, jika seorang imam berqunut maka hendaknya makmum mengimaninya. Para ulama sepakat mengatakan demikian. Ini juga pandangan yang dirujuk oleh Imam Ahmad, Ishaq, dan imam lainnya.
      Ibnu Qudamah menambahkan, dirinya belum mendapati satu pun ulama yang secara tegas melarang ikut qunut dan mengimaninya jika saat imam berqunut. Uraian yang sama juga ditegaskan oleh Syekh Ibnu Qasim dalam kita Hasyiyah ar-Roudh.
   
       

MEMAHAMI MAKNA BATIN AL-QUR'AN "WAHYU KEPADA LEBAH"

Wahyu tidak hanya 
diturunkan untuk kalangan manusia, 
tetapi juga makhluk lainnya
 seperti binatang, bahkan 
komunitas jin sekalipun

Lebah adalah binatang yang sangat istimewa

       Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah" Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian, makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat, yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS an-Nahl (16) : 68-69)
    Pengertian wahyu menurut mayoritas Ulama sebagai informasi suci yang diturunkan  Tuhan kepada para Nabi-nya melalui Malaikat Jibril. Timbul masalah ketika secara tegas Allah SWT menurunkan wahyu kepada ibu Nabi Musa, seperti tertuang di surah al-Qashash ayat 7.
      kini, lebih menarik lagi karena Allah SWT juga menurunkan wahyu kepada binatang, dalam hal ini  ditunjukkan kepada lebah, sebagaimana ayat di atas. Apakah binatang memiliki Nabi, sehingga Allah menurunkan wahyu kepada mereka? Atau, pengertian wahyu perlu diberi pemaknaan ulang?
      Dalam kitab Al-Fashl fi al-Milal wa al-Ahwa wa al-Nahl karya Ibn Hazm az-Zhahir, jilid pertama halaman 149-159, dijelaskan panjang lebar dalam satu bab tersendiri tentang Inna fi Bahaim Rusul (sesungguhnya pada binatang ada Rasul-rasul). Di antara dasarnya ialah ayat yang disebutkan di atas bahwa lebah mendapat wahyu dari Tuhan.
    Ibn Hazm juga mengemukakan sebuah hadits " Sesungguhnya Allah SWT  memberitahukan kepada para Nabinya, termasuk kepada setiap jenis dari berbagai jenis hewan, hingga kepada sejenis kutu dan nyamuk." Hadits ini juga di dukung oleh ayat : " Sesungguhnya, Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan."
 (QS Fathir (35) :(24)
      Dalam ayat lain ditegaskan : "Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga), seperti kamu. tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan." (QS al-An'am (6): (38).
      Ayat-ayat dan hadis di atas dijadikan dasar oleh Ibn Hazm untuk berpendapat para nabi bukan hanya dari kalangan manusia, melainkan juga pada seluruh binatang dengan berbagai macam jenisnya. Sebagaimana halnya Nabi dari kalangan manusia berhak kepadanya wahyu, demikian pula halnya binatang. Mereka juga mempunyai Nabi dan mendapatkan wahyu sebagaimana disebut di atas. Bahkan menurut Ibn Hazm bangsa jin dan makhluk spiritual lainnya memiliki Nabi atau Rasul sebagaimana lazimnya pada setiap komunitas ciptaan Tuhan.
      Kalau kita mengkaji Al-qur'an ternyata bukan hanya lebah yang disinggung memiliki hubungan interaktif dengan komunitasnya, melainkan juga binatang-binatang lain. Kita bisa memperhatikan bagaimana burung Hudhud bisa berkomunikasi interaktif dengan Nabi sulaiman, seperti dinyatakan dalam ayat." Dan sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: Hai manusia kami telah diberi peringatan tentang suara burung dan kami diberi  segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar  suatu karunia yang nyata." (QS an-Naml (27) : (16).
      Contoh lain dengan masyarakat semut, Allh SWT menjelaskan :" Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a :" Ya tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-nikmat-Mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang engkau ridhoi: dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh ." (QS an-Naml (27): (19). Banyak lagi contoh lain betapa binatang juga merupakan suatu komunitas (umat) di mata Allah SWT.

OLEH :     Prof.Dr Nasaruddi Umar
                             Guru Besar
             Universitas Islam Negeri (UIN)
                       Syarif Hidayatullah
                  Wakil Menteri Agama RI 

 dialog jum'at 

 
      

      

Tuesday, March 11, 2014

SEPUTAR ANAK

    ANAK ADALAH BUAH HATI YANG ALLAH BERIKAN KEPADA KITA


 Anak itu adalah rezeki yang diberikan Allah kepada kita, sebagai penerus keturunan, sebagai penghibur di sa'at kita punya masalah atau sedang gunda gulana, sebagai semangat hidup kita, dan yang terpenting anak merupakan hiasan dunia bagi pasangan suami istri.
       Kita sebagai orang tua harus benar-banar dalam mengasuh dan mendidik anak kita, jangan sampai anak kita menjadi anak yang durhaka kepada kita dan ,membuat murkanya Allah,
     Anak adalah fitrah (suci) orang tualah yang menjadikan anak itu baik atau buruk, menjadi anak yang ta'at atau ingkar kepada Sang Penciptanya.
    Jadi sebagai orang tua itu jangan terima enaknya aja.orang tua itu harus bekerja keras dalam mendidik, mengarahkan ketempat yang lebih baik, yaitu menjadikan anak yang sholeh dan beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT. dan menjadikan anak yang tangguh dalam kehidupan dunianya, harus dibekali ilmu dan iman agar anak dapat memperjuangkan masa depannya.
      Kalau kita lihat masa sekarang ini, banyak anak-anak yang ditelantarkan orang tuannya, dibiarkan di jalan-jalan dan anak-anak itu tidak perpakaiaan alias telanjang, bergelut di lingkungan yang tidak pasti alias lingkungan yang penuh dengan keburukan dan kejelekan.
    Anak-anak itu di biarkan seperti itu terus menerus tidak diperhatikan kesehatannya, pendidikannya,  apalagi tentang akhlaknya itu sangat jauh sekali. ini adalah sebuah masalah yang cukup besar yang terjadi di lingkungan kita, dan kita sebagai orang yang mempunyai hati dan sedikit iman, kita harus dapat menyadari ini adalah permasalahan yang besar.
      Permasalah ini harus kita perhatikan, baik kita secara pribadi atau pemerintah, harus benar-benar secepatnya cari solusi yang lebih bijaksana. jangan di biarkan anak-anak itu di jalan-jalan tanpa berpakaian alias telanjang, dan bagi orang tua harus bertanggung jawab kepada anaknya masing-msing dengan menjaganya, memperhatikan pendidikannya,akhlaknya dengan rasa kasih sayang yang tulus.
      Ini adalah problem yang belum diperhatikan oleh semua orang tua, dan permasalaha ini kalau di biarkan terus akan dapat menimbulkan ketidak nyamanan di suatu tempat atau di negara ini, bila mana generasi mudah penerus bangsa ini rusak akhlaknya dan mental serta pendidikannya, maka negara ini tidak akan aman, tenang dan nyaman. maka akan terjadi kerusuhan di mana-mana, banyak pencurian, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dll. Ini pasti akan timbul karena anak-anak kita tidak kita perhatina dengan baik.
    Maka sadarlah wahai orang-orang tua yang mempunyai anak, anak adalah masa depan kita, penerus keturunan kita, dan bakal menjadi bemerang kita kalau tidak diperhatikan dengan baik.
    Jangan takut miskin atau susah dalam mengasuh, mendidik anak, kita harus memperhatikan pendidikannya, dan akhlaknya. itu baru orang tua yang bertanggung jawab kepada anak-anaknya.

Thursday, September 12, 2013

Paradigma Pendidikan Anak



Pendidikan anak yang diemban oleh kedua orang tua, memang menuntut pengembangan anak dalam usia dini untuk meningkatkan kreativitas anak dan  memotivasi anak untuk belajar sambil bermain. Maka mendidik anakpun bermakna menyiapkan anak untuk sebuah masa depan yang lebih maju dan menghadapi tantangan zaman.
Karena itu paradigma dalam mendidik anak cenderung pada bagaimana olah anak dapat berlangsung seoptimal mungkin dan sedini mungkin. Sebab waktu sangatlah berharga dalam melahirkan Sumber Daya Manusia yang unggul. Asumsinya, semakin dini olah potensi anak dilangsungkan,semakin berkualitas kemampuan anak tersebut. Sehingga diharapkan semakin siaplah dia menghadapi hiruk pikuk dunia dimasa depan.

Posting Terbaru