b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
.: Selamat Datang Di Blog kami :.
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts
Showing posts with label Tausiyah. Show all posts

Wednesday, January 28, 2015

LANJUTAN DOSA ISTRI : KELUAR DARI RUMAH TANPA IZIN SUAMI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

       Terdapat juga tipe istri yang tidak memperhatikan ada atau tidaknya izin suami. Ia keluar dari rumah dengan mengabaikan suami. Dengan leluasa ia pergi ke rumah tetangga atau kerabat, menghadiri pesta-pesta, berbelanja ke pasar atau berkunjung ke tempat teman. Tanpa izin suami. Bahkan, bisa jadi ia berkilah kepada suami dalam melakukannya. Bila hendak pergi ke tempat yang tidak diperbolehkan suami, ia meminta izin untuk berkunjung ke rumah keluarga, dari sana ia pergi ke tempat yang diinginkan. Perbuatan ini termasuk tindakan nusyuk (membangkang), sebab suami mempunyai hak untuk melarang istri keluar.

       Ibnu Qudamah berkata :' Seorang suami mempunyai hak melarang istrinya keluar dari rumah untuk satu keperluan yang menjadi keharusan baginya, baik untuk berkunjung ke rumah orang tuanya, menjenguk atau menghadiri jenazah mereka berdua. Imam Ahmad berkata tentang seorang perempuan yang memiliki suami dan ibu yang sedang sakit, "Mentaati suami lebih wajib atas dirinya dari pada (menjunguk) ibunya, kecuali bila suami memberinya izin (untuk menengok ibunya).

       Pada kesempatan lain, Ibnu Qudamah berkata, " Seorang istri tidak boleh keluar rumah, tetapi, tidak seyogyanya suami melarang istri untuk berkunjung atau menjenguk kedua orang tuanya, sebab larangan itu berarti memutuskan hubungan istri dengan kedua orang tuanya dan mengondisikan istri untuk membangkang kepada mereka. Terlebih Allah SWT telah memerintahkan interaksi secara makruf, sedangkan tidak menjenguk dan mengunjungi orang tua tidak di sebut sebagai interaksi secara makruf.

      Ibnu Qudamah melanjutkan," Bila istri menunjukkan sikap membangkang, dengan cara membantah perintahnya, menolak memenuhi ajakan suami di tempat tidur, atau keluar dari rumah tanpa izin suami, maka suami berhak berpisah ranjang dengannya. Berdasarkan Firman Allah dalam surah An-Nisa' ayat 34 yang artinya "Maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka."

       Ibnu Abbas mengatakan,"Yakni, jangan kamu mengajaknya tidur di ranjangmu."Ibnu Jauzi berkata," seyogyanya seorang istri berhati-hati untuk tidak keluar, meskipun situasi memungkinkan dirinya untuk keluar. Seba, bila ia sendiri selamat dari fitnah, tidak ada jaminan bahwa orang-orang akan selamat dari fitnah akibat kehadirannya. Bila terpaksa harus keluar rumah, hendaknya ia keluar dengan izin dari suami dan dengan penampilan sederhana, lebih memilih jalan sepi dari jalan raya dan pasar, menjaga diri untuk tidak memperdengarkan suaranya, dan berjalan di pinggir jalan, tidak di tengahnya.

       Kesimpulan, keluarnya seorang istri dari rumah tanpa izin suami merupakan dosa besar. Ia mesti berhati-hati untuk tidak melakukannya, dan bertaubat kepada Allah SWT bila terjadi padanya. Kemudian, keluarnya seorang perempuan menjadi sebab setan menguasai dirinya, serta menghalanginya menikmati ketenangan dan kenyamanan berdiam di dalam rumah. Rasulullah SAW bersabda," Seorang perempuan adalah aurat. Bila ia keluar setan, mengawasi setiap gerak geriknya."

       Allah SWT berfirman : ' Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu."(Al-Ahjab ayat 33)

       Sekirahnya wanita muslimah mengetahui manfaat di balik berdiamnya ia di dalam rumah, berupa kebahagiaan, ketenangan, kenyamanan dan kenikmatan, tentu ia lebih memilih tetap berdiam di dalam rumah dari pada pergi keluar. Sekiranya ia mengetahui sejauhmana dampak negatif mereka yang sering keluar rumah, berupa terbengkalainya pekerjaan rumah, terpecahnya konsentrasi hati dan rasa sesak di dada, tentu ia tidak menyia-nyiakan kebahagiaannya di dalam rumah bersama anak-anak dan suaminya. ( Tentang penderitaan yang ditanggung perempuan akibat keluar dari rumah dan terhalang mendapatkan kenikmatan berdiam diri di dalam rumah bersama anak-anak telah diungkapkan oleh sejumlah selebriti di dunia seni, seut saja Marlyn Monroe, seorang aktris yang terbilang paling seksi pada masanya dan meninggal karena bunuh diri. Seorang peneliti yang mengkaji kasus bunuh dirinya menemukan sebuah surat yang tersimpan di kotak deposit Manhattan Bank di New York. Di Sampul surat terdapat pesan untuk todak membukanya sebelum dirinya meninggal. Setelah peneliti membuka surat tersebut ia mendapatinya tertulis dengan tangan Marlyn Monroe sendiri. Surat itu ditunjukkan untuk seorang gadis yang meminta nasihat Marlyn tentang jalan menuju dunia perfilman.

       Di dalam suratnya, Marlyn berkata kepada si gadis dan kepada setiap perempuan yang ingin bekerja di dunia perfilman atau keartisan,"Jauhilah olehmu ketenaran. Jauhilah setiap orang yang memperdayamu dengan sorot kamera. Sungguh aku perempuan paling malang di muka bumi ini. aku tidak bisa menjadi seorang ibu. Sebenarnya aku lebih senang tinggal di rumah. Kehidupan keluarga yang terhormat adalah segala-galanya. Kebahagiaan sejati seorang perempuan adalah di dalam kehidupan rumah tangga yang terhormat dan suci. Bahkan kehidupan rumah tangga adalah inti kebahagiaan bagi perempuan, bahkan inti sisi kemanusiaannya.

Tuesday, January 27, 2015

ORANG YANG CELAKA

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

l
       Allah telah berfirman : Wahai manusia, betapa banyak lampu yang padam oleh hembusan angin. Betapa banyak orang yang ahli ibadah celaka karena kesombongannya. Betapa banyak orang yang kaya celaka karena kekayaannya. Betapa banyak orang yang miskin karena kefakirannya. Betapa banyak orang yang sehat celaka karena kesehatannya. Betapa banyak orang yang berilmu celaka karena keilmuannya. Betapa banyak orang yang bodoh celaka karena kebodohannya. Andaikata tidak ada orang-orang tua yang selalu ruku', pemuda-pemuda yang khusyu', anak-anak kecil yang masih menetek air susu ibunya, dan binatang-binatang ternak yang berkeliaran mencari rerumputan, niscaya aku akan mengubah langit menjadi besi, bumi menjadi batu licin yang kering kerontang dan debu menjadi kerikil. Setetes pun tidak akan pernah Aku turunkan air hujan dari laingit, dan tak sebutir biji pun akan kutumbuhkan di bumi. Dan sungguh akan kucurahkan siksa kepadamu. (Hadits Qudsi diambilkan dari kitab "al-Mawa'idfi al-Ahadits al- Qudsiyyah, karya Imam Ghazali).

       Kandungan hadits di atas sangatlah jelas, hadits tersebut menggambarkan betapa hancurnya dunia ini di sebabkan oleh tangan-tangan manusia yang jahil tapi bodoh, karena dia tidak mau bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita. Allah sudah memberi kehidupan kepada manusia dengan sangat sempurnanya, seperti bumi ini Allah jadikan begitu indah dan luasnya, apapun yang ada di atas bumi ini akan tumbuh subur, dan diperuntukkan untuk manusia itu sendiri. Akan tetapi banyak manusia yang memampaatkan ciptaan Allah ini hanya untuk mengambil keuntungan pribadi dan tidak memikirkan manusia lainnya dan memikirkan keseimbangan alam ini.

       Hadits di atas menggambarkan betapa celakanya orang yang beribadah karena kesombongannya, ini sangat banyak terjadi di lingkungan sosial bermasyarakat, banyak orang yang mengaku ahli ibadah, mengaku rajin sholat ke masjid, berzikir, dan bersedekah, tapi mulutnya, hatinya, prilakunya tidak sesuai dengan apa yang ia katakan, lakukan. Tindakannya selalu merugikan orang lain, menipu dengan kedok sebagia orang tua yang di tuakan, yang rajin ibadah, berbusana muslim selalu, ini adalah model terbaru orang menipu di masyarakat. 

       Dan begitu banyak orang kaya yang celaka karena kekayaannya. Banyak orang yang mengaku kaya tapi  tindakannya tidak sesuai apa yang ia katakan, ia tidak peduli dengan lingkungannya, ia tidak mau menolong orang yang susah, ia tidak mau menolong anak-anak yatim, orang jompoh, orang tua yang susah dll. dan orang kaya yang seperti ini pada hakekatnya ia dalah orang yang miskin, miskin harta, miskin hati, miskin ilmu, miskin amal dan lain-lainnya. Jadi oarng yang kaya tidak mau membantu orang lain berarti pada dasarnya dia orang yang miskin. Dan banyak lagi yang harus di perhatikan orang kaya, jangan sekali-kali orang kaya itu sombong dengan kekayaannya, karena Allah tidak tidur, lalai dengan apa yang dilakukan para hambanya, awas siksa Allah sangat pedih. 
 Dan kita sebenarnya harus bersyukur, karena masih banyak orang-orang tua yang masih ruku' sujud' dan anak-anak muda yang rajin beribadah, dan anak-anak kecil yang masih menetek, dan binatang-binatang yang masih bisa makan. Kita harus bersyukur kepada Allah yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk hidup tenteram, dan damai di dunia ini, Amiiiii. 

Monday, January 26, 2015

MENGINTIP DOSA DOSA ISTRI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

1. Berlebihan dalam menuntut kesempurnaan

      Ada tipe istri yang tenggelam dalam khayalan dan berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Ia menduga bahwa pernikahan adalah surga Firdaus, tidak ada kesusahan, beban berat ataupun kesulitan. Ia membayangkan bahwa demikianlah seharusnya pernikahan, tidak ada tantangan, penghalang, ataupun problematika. Ketika ia berbenturan dengan realita berikut berbagai tanggung jawab, pengambilan keputusan, melahirkan anak-anak dan menghadapi problematika, ia tidak bisa menerima itu semua. Ia mengira dirinya telah salah dalam memilih pendamping hidup. Bahkan, isa jadi ia cenderung kepada penceraian guna membebaskan diri dari berbagai ikatan menurut persepsinya.-

       Yang demikian itu kerapkali terjadi. Penyebabnya adalah lemahnya pendidikan, berlebihan dalam memanjakan anak gadis, dan kurangnya informasi mengenai realita kehidupan rumah tangga. Di antara faktor penyebab terbesarnya adalah terinspirasi oleh cerita-cerita fiksi, sinetron telivisi atau film-film, di mana kehidupan rumah tangga digambarkan terbebas dari segala macam masalah.

        Ketika seorang istri memasuki ranah pernikahan, ternyata informasi yang satu mendustakan informasi yang lain. Ia dikejutkan oleh situasi yang sama sekali tidak terlintas di benaknya. Maka, seorang istri yang cerdas meski bersikap adil dalam mengarahkan pandangannya. Jangan sampai ia terlena di alam mimpi, tersesat di belantara imajinasi atau berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Kehidupan pernikahan bukanlah pertunjukan yang ditampilkan hanya dalam satu periode waktu, bukan juga cerita di mana penulisnya bebas berkelana di dunia khayal. Namun, kehidupan pernikahan adalah realitas nyata. Di dalamnya ada penderitaan dan cita-cita, ada kegembiraan dan keussahan. Kondisinya sama persis dengan kehidupan besar secara umum. Tidak ada pilihan lain, kecuali menghadapinya dan memperlakukannya dengan baik.

       Satu hari milik kita dan satu hari milik mereka

       Satu hari kita bahagia, hari yang lain kita berduka

       Yang demikian itu bukan berarti kehidupan pernikahan adalah sangkar penuh kezholiman, atau neraka jahim dengan siksa tak tertanggungkan. Melainkan pernikahan adalah sikap saling menolong, saling berkasih sayang, dan mengakui kekurangan pihak lain. Permasalahan dan kekuranagan yang menghadang di tengah perjalanan pernikahan tidaklah menghapus kegembiraannya. Bahkan, terkadang permasalahan itu menjadi penyedap atau rahasia kebahagian pernikahan. Maka, memilkul tanggung jawab dan menerima beban berat serta bebagai konsekkuensi merupakan faktor terbesar bagi terwujudnya kebahagiaan. Orang yang paling nyaman adalah orang yang paling banyak marasakan payah, dan orang yang paling payah adalah orang yang lebih sering hidup nyaman.
       Aku melihat kenyamanan besar, tetapi tak kulihat ia bisa teraih

       Kecuali dengan menyeberang jembatan rasa lelah

       Bahkan, banyak waktu luang dan sering menganggur merupakan sebab terbesar melemahnya tekad, serta munculnya kegelisahan dan kerisauan.

Thursday, January 22, 2015

AMALAN YANG MENYELAMATKAN DARI SIKSA KUBUR

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
I.   Mati syahid di front pertempuran

     Dari Miqdad bin Ma'di Yakrib katanya Rasulullah SAW bersabda : yang artinya;
"Orang-orang mati syahid mempunyai enam keutamaan di sisi Allah,
1. Memperoleh ampunan semenjak tetes darah pertama mengucur
2. Melihat tempat tinggalnya di surga
3. Dilindungi dari siksa kubur
4. Aman dari ketakutan maha dasyat
5. Diberi perhiasan iman, dikawinkan dengan bidadari surga, dan 
6. Memperoleh tiket memberi syfaat 70 anggota keluarganya.
(Hadits riwayat Tirmizi dalam shohih Sunnan Tirmizi 1358, Ibnu Maja dan Ahmad, silakan lihat Ahkam Aljanaiz h 50.

     Dari seorang sahabat Nabi SAW, ia bertanya, wahai Rasulullah, mengapa orang mukmin di kubur mereka masih ditanya?, sedang yang mati syahid tidak? Nabi menjawab, cukuplah kilatan pedang (peperangannya) sebagai ganti ujian kubur itu."

2.  Berjaga-jaga di Front pertempuran (daerah konflik)

     Dari Salman katanya :
     "Sehari semalam berjaga-jaga do front pertempuran (daerah konflik) lebih baik dari pada puasa sebulan sekaligus sholat malam (tarawih)nya, sekiranya ia meninggal di daerah tersebut, amalannya terus mengalir dan rezekinya didatangkan, serta dilindungi dari ujian kubur." ( H.R.Muslim).

     Dari Nabi SAW bersabda :
"Setiap mayit amalnya ditutup (terhenti) selain orang yang riath fi sabilillah, karena amalnya terus ditumbuhkan (mengalir) hingga kiamat tiba, dan ia dieri jaminan keamanan dari ujian kubur." (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi dan lainnya).

3.  Mati karena sakit perut

     Dari Abdillah bin Yasar katanya, aku pernah duduk bersama Sulaiman bin Shurad dan Khalid bin Urfathah. Mereka perbincangkan seseorang yang meninggal karena sakit perutnya. Keduanya berkeyakinan bahwa ia terhitung syahid. Satunya berujar kepada yang lain, bukankah Rasulullah SAW bersabda :" Barangsiapa meninggal karena sakit perutnya, sama sekali ia tidak disiksa dalam kubur." Yang lain terus memberi komentar, benar! Dalam riwayat lain dengan redaksi , engkau benar. ( Nasa'i dalam shohih sunnan 1939, Tirmizdi dalam shohih sunnan Tirmizdi 849 dan lainnya. Silahkan lihat Ahkam Al-Janaiz h 53.)

4.  Membaca surat Tabaraka atau surat Al-Mulk (Surat ke67).
     
     Dari Abdillah Bin Mas'ud katanya, Nabi SAW bersabda :" Surat Tabaroka (atau surat Al-Mulk) adalah pelindung dari siksa kubur." (Abu Syaikh dalam Thabaqat Al-Ishbahani dan disahikan oleh syaikh kami dengan ebrapa penguat dalam Ash-shahihah 1140).

5.  Meninggal hari atau malam jum'at.

     Nabi SAW bersabda :"Siapapun muslim yang meninggal hari atau malam jum'at, selain Allah melindungi dari ujian kubur." (Ahmad dan Termizdi dalam shohih Sunnan Tirmizdi 858, dan lainnya silahkan lihat Ahkam Al-Janaiz h 50.)

Wednesday, January 21, 2015

ARTI SEBUAH KETULUSAN SEORANG IBU

                                                            السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

       Di jaman Nabi SAW. Tersebutlah seorang pemuda namanya 'Alqomah. Ia sedemikian sungguh-sungguh taat kepada Allah dengan shalat, puasa, dan juga sedekah. Karena suatu hal, ia pun jatuh sakit. Sakitnya bertambah parah. Istrinya mengutus utusan kepada Rasulullah yang isinya, " assalamu'alaikum? Perkenankan kami membetitahukan bahwa suami kami, Alqomah sudah dalam keadaan naza' (sekarat kematian). Maka saya memberitahukan kepada Anda perihal keadaannya.

       Nabi mengutus tiga sahabatnya seraya berujar, "Tolong kalian berangkat menemuinya, dan tuntunlah syahadat," Ketiganya pun berangkat menemuinya. dan ditenui Alqomah sudah diambang sekarat kematian. Mereka segera mentalqinkan dengan syahadat namun lisannya tak juga mengucapkan.

       Maka mereka utus utusan menghadap nabi untuk mengabarkan bahwa Alqomah tak bisa menugucapkan syhadat. " Adakah orang tuanya yang masih hidup? Tanya Nabi. Ada, yaitu ibunya, hanya usia sudah lanjut," jawab hadirin. Rasulullah lantas mengirim utusan menemui ibu Alqomah seraya berpesan, tolong katakan kepada ibunya, jika ibunda masih bisa berjalan, temuilah Rasulullah, kalaulah tidak, biarlah ibunda di rumah saja, nanti Rasullah yang mendatangi ibunda.

       Utusan itu pun menemui ibu Alqomah dan menyampaikan pesan Rasulullah. Kata ibu Alqomah demi jiwaku yang menjadi tebusannya, saya lebih berhak untuk menjumpai beliau. Ia pun berangkat dengan bersandarkan kepada tongkatnya. Menemui Rasulullah. Setelah ibu Alqomah mengucapkan salam dan Rasul menjawabnya, Rasul bertanya, Wahai ibu Alqomah, bagaimana keadaan anakmu, Alqomah, Wahai rasulullah, ia sebenarnya banyak sholat dan puasa, lagi pula banyak sedekah.

       Lalu bagaimana keadaanmu/ tanya Rasul? saya sekarang baru jengkel terhadapnya!, tegas ibunya lagi.

       Apa sebabnya? Lanjut Rasul lagi.

       Iya, karena ia lebih mengutamakan istrinya dari pada diriku, jelas ibu Alqomah,

       Rasulullah memberi penjelasan, " Kejengkelan ibu Alqomah terhadapnya, menjadikan Alqomah tak bisa mengucapkan syahadat," Lantas Rasulullah berujar, wahai Bilal, kumpulkan kayu bakar.

       Untuk apa? tanyak ibu Alqomah.

       Aku kan membakar anakmu dihadapanmu, tegas Rasulullah.

       Ibu Alqomah menyahut," Wahai Rasul , hatiku tak bisa menerima jika anakku dibakar di depanku?

       Rasulullah berujar, wahai Ummu Alqomah, siksa Allah lebih besar dasyat dan lebih kekal, jika kau berkenan Allah mengampuninya, ma'afkanlah anakmu. Demi Dzat yang menguasai nyawaku, segala kebaikan Alqomah berupa sedekah dan sholat, tak berguna baginya selama engkau murka kepadaanya.

       Kata ibu Alqomah, wahai Rasulullah, saya bersaksi kepada Allah, malaikatnya dan siapapun kaum muslimin yang menghadiriku, sekarang saya telah ridha kepada anakku, Alqomah.

       Wahai bilal, sahut Rasul, pergilah sana, dan lihatlah, apakah Alqomah sudah bisa mengatakan lailahaillallah ataukah belum? Siapa tahu ibu Alqomah mengatakan sesuatu yang diluar hatinya hanya karena malu terhadapku? Bilal pun berangkat dan mendengar Alqomah dari dalam rumah mengucapkan lailahaillallah,

       Bilal masuk dan berujar, Wahai para hadirin yang terhormat, kemarahan ibu Alqomah menjadikan mulut Alqomah tak bisa mengucapkan syahadat, dan keridhoannya menjadikannya bisa bicara.

       Alqomah akhirnya meninggal di hari itu. Rasulullah pun hadir dan memerintahkan agar ia dimandikan dan dimakamkan. Nabi pun menyolatkan dan menghadiri upacara pemakamannya, nabi lantas berdiri disamping lahadnya dan menyampaikan pidato, " Wahai kaum Muhajirin dan Anshor yang terhormat, siapa saja yang lebih mengutamakan istrinya dari pada ibunya, maka ia mendapat laknat Allah, malaikatnya dan manusia keseluruhan. Allh juga tidak menerima ibadah wajib dan sunnahnya, terkecuali Allah mengampuni, dan ia kembali berbuat baik kepada ibunya dan meminta keridhoaannya. Sungguh keridhoannya keridoan Allah ada pada keridhoan ibu. (namun kisah ini didhifkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Dhaif Targhib Wat Tarhib no 1487)

Belajar Dari Sebutir Telur Ayam

                                                        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Apa yang anda perhatikan dari sebutir telur ayam kampung?

Bentuknya atau isinya? Bukan masalah bentuknya yang lonjong.

Ataupun isinya yang selalu bermanfaat buat kehidupan manusia. Namun disini kita berbicara masalah bagaimana proses seekor induk ayam kampung dalam menghasilkan telur sampai menetas menjadi anak ayam.

Dimulai saat bertelurpun. Induk ayam pun dengan semangatnya. Berketok nyaring sehingga kita yang berada di sekitarnya pun tahu bahwa si ayam ini pasti sedang bertelur.

Saat bertelur dengan semangat. Ini menunjukkan bahwa sang ayam sangat termotivasi menghasilkan telur. Bila si ayam ini dapat berbicara saya yakin dia pasti berkata,”Nih, gua berhasil.”

Sama seperti kita ketika mendapatkan apa yang telah kita impikan tentu kita menjadi semangat.

Nah, sekarang saat proses telur menetas menjadi seekor anak ayam. Perlu diberi sebuah kehangatan dari induknya. Waktu menetas pun sudah ditentukan mnimal 21 hari atau lebih.

Saat menetas pun si calon anak ayam inipun akan melalui proses dengan retak sedikit demi sedikit cangkang telur. Lalu secara perlahan ketika lubang sudah cukup besar maka telurpun akan terbelah dua. Secara perlahan dengan lembut si anak ayam yang masih merah ini akan keluar dari cangkang telurnya.

Apa yang dapat dipelajari dari telur ayam ini?

Saat si ayam berhasil bertelur. Sebenarnya sama dengan kita ketika memperolah ide atau insight baru. Mungkin kita akan berteriak, Eureka !

Eureka adalah teriakan Archimedes, ketika ia masuk kedalam bak mandi dan menyadari bahwa permukaan air naik, sehingga ia menemukan bahwa berat air yang tumpah sama dengan gaya yang diterima tubuhnya.

Eureka adalah kata seruan yang digunakan untuk melambangkan penemuan suatu hal. Kata ini berasal dari bahasa Yunani Εὕρηκα/Ηὕρηκα – Heurēka/Hēurēka yang berarti “Aku telah menemukannya.”

Proses mengerami telur. Adalah sebuah proses perjalanan yang perlu kita lalui apakah ide yang telah kita temukan ini sesuai dengan hasil yang diharapkan. Disinilah kita perlu proses kehangatan dari bimbingan dari seorang mentor.

Tugas seorang mentoring adalah memberikan sebuah bimbingan supaya sang mentee (orang yang dimentor) berhasil melalui proses kehidupannya sehingga berhasil mendapatkan apa yang telah dirintisnya atau dijalaninya.

Proses Telur Menetas. Nah ini lah proses yang sangat menentukan. Saat si anak ayam mau menetas. Maka si cangkang telur akan pecah dengan sendirinya. Tanpa perlu dibantu oleh siapapun. Artinya disini saat kita menemukan motivasi dalam diri kita. Kita akan menjadi kuat oleh keadaan apapun juga. Karena motivasi ini berasal dari dalam bukan dari luar.

Coba perhatikan bila telur itu retak sedikit. Kemudian dengan sengaja kita bantu menambah retaknya. Tujuan baik supaya si anak ayam cepat keluar. Apa yang terjadi? Mungkin saja si anak ayam menjadi mati. Karena apa? Ya itu tadi dia tidak mengalami prosesnya.

Bila proses sudah dialami maka percayalah kita menjadi kuat dalam menghadapai kondisi apapun juga.

SAYA TAK AKAN MASUK MASJID SELAIN KETIKA SUDAH DALAM PETI MATI

                                                                 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

       Seorang lelaki renta saban hari berjalan di depan masjid, mereka yang dikenal baik selalu memberi nasihat, "Mbah, mbok ya ke masjid, sholatlah dua rakaat kepada Allah. Siapa tahu engkau meninggal dalam keadaan baik, sholat,"
       Namun jawabannya selalu, " Saya tak bakalan masuk masjid terkecuali jika diatas papan!, " maksudnya diletakkan dalam peti mati.
       Terus begitu kondisinya hingga hari kematian itu tiba. Itu terjadi ketika rumah laki-laki itu dibangun. Ketika proses pembangunan selesai, ia mengamat-ngamati, siapa tahu ia sudah bisa memindahkan prabot rumah tangganya. Ia berusaha melompati pagar, namun kemudian terjengkang ke tanah. Si Embah keadaannya antara mati dan sadar, sehingga orang-orang membawanya ke rumah sakit. Kejadian semangkin parah sehingga kematian tak terelakkan. Ketika mereka kembali ke rumah, mereka temukan jasadnya menggelembung seperti balon.
       Kata mereka, " Kalian wajib memakamkannya secepatnya mungkin sebelum jasadnya mbledos(pecah). Inilah akhir kehidupan yang penus sial. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian.
       Ya Allah, berilah kami husnul khotimah, Jangan Engkau wafatkan kami selain kami layak masuk surga Mu. Jadikanlah kami mencintai orang shalih dan jadikanlah kami teman RasulMu SAW.

Thursday, December 26, 2013

KATA-KATA BIJAK

1. Subhanallah, Rasulullah SAW bersabda:" Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat)." Kalau tidak maka allah akan menyegerahkan turunnya azab kepada kamu. Kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a tapi tidak dapat dikabulkan. Dan Allah SWT berfirman:" Surulah manusia kepada jalan robbumu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantalah merekan dengan cara yang baik." ( An-nahal,25)
Ya Allah Ya 'Aziz ya 'Alim, berikanlah hidayah-Mu, dan berikanlah kami kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan dalam menjalankan perintah-Mu. Ya Rahman Ya Rahim.... mudahkanlah dan berkahilah niat kami, amiiin.

Sunday, December 22, 2013

kata-kata mutiara


1. Ulama mengatakan hakikat dakwah bukan memperbaiki orang lain melainkan untuk memperbaiki diri sendiri dan bukan menunggu diminta tetapi meminta/mengemis untuk dakwah. Rasulullah SAW bersabda: Jadilah sebagai seorang alim, pencari ilmu, pendengar atau pencinta (ilmu&ahlinya). Jangan kamu menjadi yang kelima, maka kamu akan binasa yaitu orang yang membenci ilmu dan ahlinya." (H.R.Thabrani) 
Semoga kita semua bisa saling menjaga silaturrahmi dengan cara sama-sama kita belajar berbagi, berfikir, berkurban dan berbuat untuk agama. Dan semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan atas segala aktifitas yang kita buat. Insya' allah, Amin.
2. Rasulullah SAW bersabda :" Barangsiapa sholat isya' dengan berjama'ah seolah-olah ia mengerjakan sholat sunnah separuh malam. Dan barangsiapa sholat shubuh dengan berjama'ah, seolah-olah ia mengerjakan sholat sunnah semalam suntuk." (H.r Muslim). Beliau juga bersabda:" Seandainya mereka mengetahui pahala pergi ke masjid lebih awal, niscaya mereka akan berlomba melakukannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala sholat isya' dan subuh, niscaya mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak." (H.r Bukhori). ya Allah berikanlah kami kekuatan dan istiqomah dalam menjalankan perintahmu dan Rasul-Mu. Hanya kepada-Mu kami meminta terimalah do'a kami, amiin.
3. Subhanallah Ulama mengatakan ada 4 kenikmatan dunia ( harta, pangkat, dan keluarga) inilah kenikmatan yang paling rendah, nikmat kesehatan, nikmat Agama. dan yang paling besar/mahal adalah nikmat usaha atas Agama. Orang yang merasakan nikmatnya muda orang yang suda tua, yang merasakan nikmatnya kaya adalah yang sekarang  miskin, nikmatnya sehat yang lagi sakit, nikmatnya hidup yang sudah mati, dan yang merasakan nikmatnya dunia akhirat adalah usaha orang yang telah mendakwahkan agama Allah. semoga kita tergolong orang yang cerdas (bisa memamfa'atkan hidup yang sebentar) dan beruntung (mau saling mengingatkan tentang kebaikan). Insya'Allah .
4. Imam Raghib rah.a. menulis bahwa kejayaan dunia adalah tercapainya berbagai kebaikan sehingga mewujudkan kehidupan dunia menjadi baik, yaitu beberapa kekayaan dan kemuliaan. Sedangkan kejayaan akhirat meliputi kekekalan yang tidak fana, kekayaan yang tidak di sertai kemiskinan, kemuliaan yang di dalamnya tidak ada kehinaan sedikitpun, dan ilmu yang tidak di sertai kebodohan. Ya Allah berikanlah kami kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiin.

Saturday, October 5, 2013

CIRI-CIRI MANUSIA AKAN CELAKA DI DUNIA


Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar, dari Anas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda, yang artinya :

Ada empat penyebab manusia celaka di dunia :


Friday, September 20, 2013

BERILMU SEBELUM BERAMAL



Bismilahirrahmannirrohim


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Rasanya tidak habis-habisnya kita harus bersyukur kepada Allah, karena limpahan anugerah rahmat dan karunianya hingga pada hari yang mulia ini kita semua tetap bertahan di atas agama Islam dan ajaran Rasulullah صلي الله عليه وسلم.

Kaum Muslimin Rahimakummullah.
Di antara wujud syukur yang harus kita tampakkan adalah menjaga ketakwaan dan meningkatkannya kepada kesempurnaan iman. Hal ini dengan mengamalkan seluruh perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya. Namun mungkinkah kita mengenal perintah dan larangan Allah tanpa ilmu?
Oleh karena itu, dalam mimbar yang mulia ini, saya menyeru pribadi saya dan hadirin sekalian untuk bertakwa dan belajar banyak tentang perintah dan larangan Allah, agar dapat mewujudkan ketakwaan dan keimanan yang lebih sempurna.
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Agama Islam sebagai agama yang sempurna, indah dan menyejukkan, telah menjadikan ilmu sebagai sumber kejayaan, dan kejahilan sebagai simbol kejumudan, kesengsaraan dan keterbelakangan. Karenanya kita temukan dalam ajaran Islam kewajiban belajar dan berilmu, seperti disampaikan Rasulullah a dalam sabdanya,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
"Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah).

Tidak hanya berhenti sampai di sini saja, bahkan Islam mencela dan menyalahkan orang yang berbicara dan beramal tanpa ilmu, seperti difirmankan Allah Ta’ala,
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً وَأَن تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
"Katakanlah, 'Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang mana Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui'." (QS: Al-A'raf: 33).

Firman Allah dalam ayat di atas, adalah larangan yang bersifat umum dari berbicara dalam masalah agama tanpa dasar ilmu. Demikian juga Allah Ta’ala melarang kita beramal dan berkata dengan taklid dan mengekor pendapat orang lain tanpa mengetahui dasarnya. Allah Ta’ala berfirman,
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabannya." (QS: Al-Isra` : 36).

Semua ini tentunya menjadikan kita berhati-hati dalam berkata dan berbuat, sebab akibatnya fatal bila kita berbicara dan berbuat tanpa dasar ilmu yang jelas.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Islam memandang bahwa perkataan dan perbuatan itu dihukumi benar dan diterima bila dilandasi dengan ilmu. Oleh karena itu, Imam al-Bukhari membuat judul salah satu bab dalam Shahihnya dengan "Bab al-Ilmu Qabla al-Qaul wa al-Amal" (Bab yang menje-laskan harusnya berilmu sebelum berkata dan berbuat). Beliau berdalil dengan Firman Allah Ta’ala,
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal." (QS: Muhammad 19).

Dalam ayat yang mulia ini, Allah سبحانه و تعالي memulainya dengan perintah berilmu sebelum berkata dan beramal.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Jelaslah di sini bahwa Imam al-Bukhari menjadikan ayat ini sebagai dasar kewajiban berilmu sebelum berkata dan beramal. Ini menunjukkan bahwa seseorang harus mengetahui atau berilmu dahulu baru kemudian berkata atau beramal. Mengapa demikian?
Sebab perkataan dan perbuatan tidak akan sah dan diterima oleh Allah kecuali bila sesuai syariat. Seseorang tidak mungkin bahwa mengetahui amalan dan perkataannya telah sesuai syariat kecuali dengan ilmu.
Dengan demikian, seorang Muslim harus belajar dan menuntut ilmu, agar seluruh perkataan dan perbuatannya berdasarkan ilmu dan bashirah, apalagi dalam berdakwah. Sehingga dengannya kita dapat menjadi pengikut Rasulullah صلي الله عليه وسلم dan dapat meniti jalan dakwah beliau صلي الله عليه وسلم. Ingatlah Firman Allah Ta’ala,
قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Katakanlah, 'Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'." (Yusuf : 108).


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Telah disinggung pada khutbah pertama, bahwa amalan dan perkataan tidak sah dan tidak diterima oleh Allah سبحانه و تعالي hingga sesuai dengan syariat yang dibangun di atas al-Qur`an dan Sunnah. Sehingga ilmu yang dituntut dalam syariat adalah ilmu yang bersumber kepada al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah صلي الله عليه وسلم.
Pelajarilah keduanya dan peganglah erat-erat isi kandungannya, niscaya kita akan sukses dan selamat di dunia dan akhirat.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Namun perlu diingat oleh kita semua, bahwa dalam mempelajari al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah صلي الله عليه وسلم tersebut harus dengan merujuk kepada pemahaman para pendahulu umat ini. Mereka adalah para sahabat, tabi'in, tabi'it tabi'in dan imam mujtahid yang sudah terkenal komitmennya kepada Islam dan ajarannya.
Bertanyalah kepada para ulama yang berilmu luas dan bertakwa dalam masalah-masalah yang belum diketahui atau belum terfahami dengan baik. Semua itu untuk mengamalkan Firman Allah Ta’ala,
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (para ulama) jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl: 43).

Posting Terbaru