Sedih rasanya keberadaan PAUD
dilecehkan. Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga. Karena
menemukan oknum pengelola nakal, lalu semua divonis mati. Sebenarnya
kalau mau nakal, bukan hanya lembaga prasekolah non formal macam paud
ini saja. Oleh karena itu sebelum memutuskan memilih PAUD, ditimbang
dahulu sudah memenuhi kriteria kelayakan belum? Ingat, mahal bukan
berarti bermutu.
Seorang pengelola paud harus memahami
bahwa PAUD itu bukan perusahaan anak usia dini yang bisa diharapkan
keuntungan/laba semata. Bagimanapun lembaga pendidikan adalah lembaga pengabdian masyarakat. Kalau pengelolaannya tidak memperhatikan prinsip-prinsip manajemen pendidikan, maka keeksisan lembaga tersebut tidak akan lama.
Produk PAUD Berupa Jasa
Produk PAUD Berupa Jasa
Harus disadari bahwa lulusan PAUD tidak
dapat mengukur dengan pasti kemampuan anak. Hal ini dikarenakan dimensi
perkembangan anak akan terus tumbuh . Kita tidak bisa memberi jaminan
pada orang tua , misalnya dengan bersekolah di PAUD IQnya yang semula
normal menjadi genius. Hal ini tidak mungkin karena
kemampuan ini tetap kembali kepada fitrah anak. PAUD hanya menanamkan
fondasi dasar kepribadian agar nak-anak menjadi sosok manusia yang lebih
baik di kemudian hari.
PAUD memang ibarat perusahaan yang tidak
bisa memberi garansi langsung yang dapat dilihat hasilnya. Diperlukan
sekian tahun, kemudian melihat perkembangan yang lebih baik terhadap
anak-anak ketika mereka dewasa.
PAUD Bukan Agen Penyakit
Ketidak percayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga PAUD harus disikapai dengan legowo
karena kebutuhan pelayanan/JASA (sebagai produk PAUD) sebagian tidak
terpenuhi. Tapi perlu dimengerti juga bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan
anak termasuk hak mendapat pelayanan kesehatan termasuk penyediaan
tenaga medis belum semua PAUD bisa memenuhi. Tentunya sebagai orang tua
juga harus lebih bijak menyikapinya. Saya rasa semua PAUD mempunyai
program pelayanan gizi dan kesehatan secara berkala, dan itu mutlak
dengan cara bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Terlalu berlebihan jika ada orang tua
mengkhawatirkan bahaya-bahaya penyakit yang akan timbul karena masuk
PAUD. Lha mana ada sih lembaga pendidikan yang sengaja didirikan untuk
menjadi agen penyakit. Pendirinya kurang waras apa? Dan kalau memang
ada yang demikian ya nggak usah dipercaya / dititipi anak kita. Begitu
saja koq repot.
Haruskah Masuk PAUD?
Mendidik itu kewajiban setiap orang tua.
Dan adalah hak anak untuk mendapatkan pendidikan dari orang tuanya.
Tidak ada stupun yang boleh merampas hak dan kewajiban orang tua bagi
anak-anaknya. Tidak hanya di PAUD, tapi sampai jenjang manapun. Jika
kemudian tumbuh lembaga-lembaga pendidikan, itu karena untuk memenuhi
keinginan orang tua, karena merasa tidak mampu mendidik sendiri tanpa
memerlukan bantuan orang lain, karena keterbatasan tenaga, waktu dan
pengetahuannya.
Jika mampu melakukan sendiri mengapa mempercayakan pada orang lain.
Semoga tulisan ini menghentikan polemik
tentang keberadaan PAUD sebagai lembaga pendidikan prasekolah serta
perlu dan tidaknya memasukkan putra-putri anda ke sekolah.
Sesungguhnya tak ada satupun produk manusia yang sempurna. Hanya sang Kholik pemilik segala kesempurnaan.




0 comments:
Post a Comment