b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
.: Selamat Datang Di Blog kami :.

Sunday, September 15, 2013

PAUD Bukan Perusahaan Anak Usia Dini

Sedih rasanya keberadaan PAUD dilecehkan. Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga. Karena menemukan oknum pengelola nakal, lalu semua divonis mati. Sebenarnya kalau mau nakal, bukan hanya lembaga prasekolah non formal macam paud ini saja. Oleh karena itu sebelum memutuskan memilih PAUD, ditimbang dahulu sudah memenuhi kriteria kelayakan belum? Ingat, mahal bukan berarti bermutu.
Memang, tak bisa dipungkiri Pertumbuhan lembaga PAUD dan animo masyarakat masih kurang diikuti manajemen penyelenggaraan yang dilaksakan secara profesional. Pada dasarnya jika sebuah lembaga pendidikan dikelola dengan prinsip-prinsip manajemen paud, maka keluhan-keluhan orang tua dan masyarakat tentang keberadaan paud yang minor dapat diminimalisir.
Seorang pengelola paud harus memahami bahwa PAUD itu bukan perusahaan anak usia dini yang bisa diharapkan keuntungan/laba semata. Bagimanapun lembaga pendidikan adalah lembaga pengabdian masyarakat. Kalau pengelolaannya tidak memperhatikan prinsip-prinsip manajemen pendidikan, maka keeksisan lembaga tersebut tidak akan lama.

Produk PAUD Berupa Jasa
Harus disadari bahwa lulusan PAUD tidak dapat mengukur dengan pasti kemampuan anak. Hal ini dikarenakan dimensi perkembangan anak akan terus tumbuh . Kita tidak bisa memberi jaminan pada orang tua , misalnya dengan bersekolah di PAUD IQnya yang semula normal menjadi genius. Hal ini tidak mungkin karena kemampuan ini tetap kembali kepada fitrah anak. PAUD hanya menanamkan fondasi dasar kepribadian agar nak-anak menjadi sosok manusia yang lebih baik di kemudian hari.
PAUD memang ibarat perusahaan yang tidak bisa memberi garansi langsung yang dapat dilihat hasilnya. Diperlukan sekian tahun, kemudian melihat perkembangan yang lebih baik terhadap anak-anak ketika mereka dewasa.
PAUD Bukan Agen Penyakit
Ketidak percayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga PAUD harus disikapai dengan legowo karena kebutuhan pelayanan/JASA (sebagai produk PAUD) sebagian tidak terpenuhi. Tapi perlu dimengerti juga bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan anak termasuk hak mendapat pelayanan kesehatan termasuk penyediaan tenaga medis belum semua PAUD bisa memenuhi. Tentunya sebagai orang tua juga harus lebih bijak menyikapinya. Saya rasa semua PAUD mempunyai program pelayanan gizi dan kesehatan secara berkala, dan itu mutlak dengan cara bekerja sama dengan puskesmas setempat.
Terlalu berlebihan jika ada orang tua mengkhawatirkan bahaya-bahaya penyakit yang akan timbul karena masuk PAUD. Lha mana ada sih lembaga pendidikan yang sengaja didirikan untuk menjadi agen penyakit. Pendirinya kurang waras apa? Dan kalau memang ada yang demikian ya nggak usah dipercaya / dititipi anak kita. Begitu saja koq repot.
Haruskah Masuk PAUD?
Mendidik itu kewajiban setiap orang tua. Dan adalah hak anak untuk mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Tidak ada stupun yang boleh merampas hak dan kewajiban orang tua bagi anak-anaknya. Tidak hanya di PAUD, tapi sampai jenjang manapun. Jika kemudian tumbuh lembaga-lembaga pendidikan, itu karena untuk memenuhi keinginan orang tua, karena merasa tidak mampu mendidik sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain, karena keterbatasan tenaga, waktu dan pengetahuannya.
Jika mampu melakukan sendiri mengapa mempercayakan pada orang lain.
Semoga tulisan ini menghentikan polemik tentang keberadaan PAUD sebagai lembaga pendidikan prasekolah serta perlu dan tidaknya memasukkan putra-putri anda ke sekolah.
Sesungguhnya tak ada satupun produk manusia yang sempurna. Hanya sang Kholik pemilik segala kesempurnaan.

0 comments:

Posting Terbaru