Seringkali kita merasa iri menyaksikan seorang anak kecil yang begitu
pemurah kepada peminta-minta atau fakir. Karena disisi lain, sering
kita dapatkan anak kita sendiri begitu 'hemat' alias tidak suka berbagi
kepada orang lain. Sebaliknya, karena kita sebagai orang tua membiasakan
agar anak-anak terbiasa memberi sebagian nikmat yang mereka dapatkan
kepada yang membutuhkan, tentu merasa kesal jika melihat anak lain yang
pelit. Like son like father, begitu pepatah barat mengatakan. Tentu
pepatah itu berlaku umum, artinya sang orangtualah yang sangat berperan
mendidik anak secara langsung maupun tidak langsung sifat dan karakter
anak-anaknya, hasilnya bisa positif dan bisa negatif. Pendidikan anak
sejak dini secara langsung, tentu saja dilakukan secara sengaja dengan
mengajarkan hal-hal positif dan
bermanfaat kepada anak. Sedangkan yang
tidak langsung, sesuai dengan sifatnya yang suka meniru, anak-anak
selalu melakukan apa yang orangtua lakukan. Uniknya, tidak sedikit para
orangtua yang tidak menyadari hal ini, atau setidaknya sedikit lengah
bahwa perilaku mereka sangat berdampak kepada tingkah laku anak.
Melatih anak agar menjadi pemurah, tentu menjadi hal yang relatif lebih
mudah jika kita sebagai orangtua juga terbiasa berbagi. Dalam berbagai
kesempatan kita bisa mengajarkan si kecil agar terbiasa menjadi pemurah,
ini dimaksudkan, agar kelak sampai dewasa ia menjadi orang yang
pemurah, suka bersedekah. Oleh karena itu, ajarkan anak-anak kita
menjadi pemurah, karena dengan demikian kita juga mengajarkan mereka
untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Caranya?
1. Dari Tangan Anak
Biasakan memberi shodaqoh kepada orang lain melalui tangan anak-anak
kita. Hingga tangan mungilnya itu terbiasa memberi meski tidak kita
perintahkan. Bahkan, ada orangtua yang 'kerepotan' karena anaknya selalu
memaksa untuk memberi kepada setiap orang yang dikiranya hendak
meminta. Sejak kecil, ajaklah mereka ke tempat-tempat biasa kita
menyalurkan zakat dan infaq semisal ke yayasan yatim piatu. Mungkin
mereka tidak mengerti apa yang kita lakukan meski kita sudah mencoba
memberinya pengertian. Tapi, memorinya akan merekam pengalaman tersebut
dan sekaligus mengajarkan mereka untuk senantiasa memberi kepada 'si
lemah'.
2. Infak di Masjid
Untuk anak laki-laki, selipkan uang secukupnya setiap kali mereka
pergi sholat Jum'at untuk infak (tromol) masjid. Sekecil apapun, tentu
bukan nilainya yang penting. Anak-anak secara langsung akan belajar
berinfak sehingga suatu saat, setiap ia memasuki masjid (tidak mesti
Jum'at) tangannya terbiasa mengulurkan uang untuk diinfakkan. Kuncinya,
sang ayah tentu harus sering-sering mengajak anak-anak ke masjid.
3. Berbagi Makanan
Membawa makanan saat sekolah di Playgroup tentu menjadi kesenangan
tersendiri bagi setiap anak. Tambahkan kesenangan mereka dengan dengan
satu kebiasaan memberi sebagian makanan bawaan mereka kepada temannya.
Jadi, dengan sedikit berkorban, lebihkan bawaan anak-anak kita untuk
dibagikan kepada satu atau dua temannya.
4. Makan Bersama Teman di Rumah
Sesekali, pilih satu hari khusus (tidak mesti saat berulang tahun)
untuk mengundang teman-teman anak makan di rumah. Suruhlah ia yang
langsung mengundang beberapa temannya, agar terasa langsung mereka yang
mengajak. Anak-anak akan secara langsung dapat mempererat hubungan
persaudaraan dengan teman-temannya dalam acara makan bersama itu.
5. Menabung untuk si Fakir
Bukan maksud memberi lebih uang kepada anak, melainkan sebagiannya
untuk ditabung. Ajarkan anak menabung untuk dua hal, satu tabungan untuk
masa depan dan satu lagi untuk diberikan kepada anak-anak yatim piatu
dan para fakir setiap bulannya. Sekali lagi, tidak penting berapa jumlah
yang ia bisa berikan kepada si fakir, tetapi pembiasaannya jauh lebih
penting.
6. Saling Hantar kepada Tetangga
Dalam rangka mempererat hubungan, saling memberi makanan atau hadiah
(oleh-oleh perjalanan) kepada para tetangga tentu bukan barang baru bagi
masyarakat Indonesia. Ajarkan anak-anak untuk juga melestarikan budaya
ini. Biarkan anak-anak yang menhantarkan makanan kepada tetangga setiap
kali kita memasak lebih. Jelaskan pula kepadanya manfaat dari budaya
saling memberi itu. (bayu) Sumber : Eramuslim
Sunday, September 15, 2013
Ajarkan Anak Jadi Pemurah ( bersedekah)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment